Pemerintah melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi/SKK Migas menargetkan tercapainya lifting hingga 1 juta barel minyak bumi dan gas per hari. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan strategi pertama adalah dengan cara mempertahankan produksi-produksi yang sudah ada. Strategi kedua, upaya percepatan sumber daya menjadi produksi dan pemberian insentif kepada kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) agar mencapai keekonomian yang wajar.

“Kami laksanakan analisis kerja sama dengan pihak ketiga melihat adanya potensi di wilyah kerja di masing-masing KKKS percepat agar potensi ini bisa segera dilakukan produksi,” katanya dalam diskusi yang diadakan pada Kamis 2 Juli 2020.

Lebih lanjut, Dwi mengatakan bahwa strategi ketiga adalah dengan percepatan penerapan chemical enhanced oil recovery (EOR).

Tiga Belas Ribu Sumur Migas Akan Direaktivasi

kebutuhan tenaga ahli pemboran migas

Di sisi lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, meminta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) mengevaluasi sumur-sumur produksi yang sudah berumur tua. Perlu ada reaktivasi dan evaluasi sumur-sumur minyak tua yang sudah tidak berproduksi dengan optimal. Hingga saat ini ada kurang lebih 13ribu sumur migas yang under performed, sehingga perlu kembali diaktivasi agar dapat mendukung target pemerintah menghasilkan 1 juta barrel per hari.

Salah satu penyebab penurunan ini disinyalir karena Indonesia kekurangan sumber daya manusia yang bertugas melakukan eksplorasi dan pengeboran sumur migas di Indonesia, disamping dengan kondisi eksternal lain yang menyebabkan sumur-sumur produksi mengalami penurunan.

Berdasarkan laporan Tempo, gaji tenaga ahli pemboran di Indonesia masih kecil jika dibandingkan bekerja di luar negeri, yakni hanya sebesar Rp 25 juta saja, sedangkan di tingkat internasional, gaji standar untuk tenaga ahli pemboran mencapai Rp 150 juta. Sementara itu, kampus pencetak tenaga ahli pemboran di Indonesia masih sangat jarang, apalagi jika dibandingkan dengan jurusan lain seperti rumpun IT dan ekonomi. Padahal, kebutuhan minyak dan gas nasional merupakan salah satu bentuk ketahanan negara terhadap ancaman ekonomi sekaligus sebagai bentuk kemandirian energi nasional.

Oleh karenanya, SMK Bina Harapan merupakan satu dari sedikit sekolah di Indonesia yang berupaya mencetak tenaga ahli pemboran yang nantinya dapat bekerja di industri pertambangan minyak dan gas di Indonesia lewat program keahlian Teknik Pemboran Minyak dan Gas

Besarnya peluang bekerja di industri pertambangan minyak menjadi daya tarik tersendiri untuk adik-adik yang berminat bekerja di industri tersebut. Kami di SMK Bina Harapan siap membantu dan memfasilitasi adik-adik agar dapat belajar, beradaptasi dan bekerja sesuai kebutuhan industri migas tanah air.

Segera daftarkan diri kamu bergabung dengan Program Keahlian Teknik Pemboran Minyak dan Gas SMK Bina Harapan.

Link Pendaftaran SMK Bina Harapan

http://bit.ly/daftarbinhar

Informasi Lebih lanjut dapat menghubungi

SMK Bina Harapan

Jurusan Teknik Pemboran Minyak dan Gas | Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan

Jalan Kaliurang Km 10, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman

0274-883742 | smkbinaharapan@mail.yahoo.co.id | smkbinaharapan.sch.id

Hunting: (fast respon/WA; Nila Kurniasari 085803148722, Sri Yuniarti 081568411441 )

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *