SMK Bina Harapan menggelar kegiatan class meeting yang berbeda dari biasanya. Jika sebelumnya class meeting lebih identik dengan perlombaan olahraga atau seni, tahun ini seluruh siswa diminta untuk membuat produk jamu tradisional. Tujuannya tidak hanya untuk memeriahkan acara, tetapi juga mengenalkan kembali manfaat jamu sebagai warisan budaya Indonesia yang kaya akan nilai kesehatan. Setiap kelas maupun kelompok siswa diberi kesempatan untuk berkreasi menciptakan racikan jamu dengan ciri khas masing-masing.

Salah satu kelompok yang cukup menonjol adalah tim beranggotakan Magani, Irzyad, Galang, Faiz, Ahmad, Abi, dan Desnal. Mereka bekerja sama meracik jamu dari bahan alami seperti kunyit, jahe, dan temulawak, yang kemudian diolah dengan cara tradisional namun dikemas secara modern agar lebih menarik perhatian. Proses pembuatan dilakukan dengan penuh semangat, mulai dari persiapan bahan, perebusan, hingga pengemasan yang sederhana tetapi tetap menjaga kebersihan. Karya mereka menjadi salah satu contoh bagaimana siswa mampu menggabungkan kearifan lokal dengan ide kreatif.

produk jamu tradisional karya siswa SMK Bina Harapan

Antusiasme siswa dan guru dalam mencicipi jamu sangat tinggi. Setiap kelompok memiliki keunikan tersendiri, sehingga suasana class meeting semakin meriah dengan adanya berbagai varian rasa jamu yang ditawarkan. Dari kegiatan ini, para siswa tidak hanya belajar tentang pentingnya melestarikan budaya, tetapi juga mendapat pengalaman berharga dalam kerja sama tim, manajemen waktu, hingga keterampilan kewirausahaan. Kegiatan membuat jamu dalam class meeting akhirnya menjadi momen yang berkesan, karena selain menumbuhkan kecintaan terhadap tradisi, juga membuka wawasan siswa tentang potensi bisnis sehat yang bisa dikembangkan sejak usia sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *