Mengapa tanggal 1 Juni 1945 disebut sebagai hari lahir Pancasila? Mungkin ada yang bertanya-tanya demikian mengingat Pancasila disahkan sebagai Dasar Negara Indonesia terjadi pada tanggal 18 Agustus 1945. Nah artikel ini akan menjawab pertanyaan sobat binhar mengapa tanggal 1 Juni 1945 yang dipilih sebagai hari lahir Pancasila dan bukan 18 Agustus 1945?
Jika kita merunut sejarah hari lahirnya Pancasila, kita harus mundur ke belakang sebelum Indonesia merdeka, pada 1 Maret 1945 otoritas Jepang mengijinkan pembentukan Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang diketuai oleh Dr. Kanjeng Raden Tumenggung Radjiman Wedyodiningrat.
Pada pidato pembukaan rapat BPUPKI tersebut, Dr Radjiman mempertanyakan pada peserta Apa dasar Negara Indonesia yang akan kita bentuk ini?
Pertanyaan ini kemudian mendapat respon dari peserta rapat, Mr Muhammad Yamin dan Ir Soekarno mengusulkan rumusan dasar negara Indonesia.
Rumusan Mr Moh Yamin diperkenalkan dalam sidang BPUPKI pada tanggal 29 Mei 1945 dengan nama Lima Sila dengan perincian sebagai berikut;
Pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Ir Soekarno memperkenalkan rumusan dasar negara yang ia sebut sebagai Pancasila, yaitu
Pada pidato inilah untuk pertama kali nama Pancasila diperkenalkan oleh Soekarno, sebelum sidang berakhir dibentuk Panitia Sembilan yang akan merumuskan dasar negara berdasar pidato Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945
Rumusan Pancasila kemudian dituangkan secara resmi dalam beberapa dokumen negara antara lain
Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dilakukan oleh beberapa tokoh penting saat itu antara lain Drs Mohammad Hatta, Ki Bagus Hadikusumo, Wahid Hasyim, Mr Kasman Singodimedjo dan Teuku Mohammad Hasan. Pada sidang ini terjadi perubahan rumusan pertama yakni penggantian frasa Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluk-pemeluknya menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa
Pada Sidang utama PPKI pada hari yang sama diputuskan tiga keputusan penting bagi keberlangsungan bangsa Indonesia
Pancasila, dikukuhkan dalam Pembukaan UUD 1945 pada alinea ke empat.
Berikut ini adalah beberapa fungsi dan kedudukan Pancasila bagi negara kesatuan Republik Indonesia[5] :
Setelah memiliki dasar Negara, bangsa Indonesia masih belum memiliki lambang negara berupa simbol burung garuda seperti yang kita kenal. Tahun 1947 diadakan sayembara lambang negara, namun gagal. Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Lambang Negara.
Sayembara lambang negara tahun 1950 memilih dua hasil terbaik yaitu rancangan Sultan Hamid II dan Muhammad Yamin. Hasil rancangan Sultan Hamid II berupa burung Elang Rajawali diterima pemerintah dengan nama Garuda Pancasila yang diresmikan pada sidang Kabinet RIS tanggal 11 Februari 1950. Tanggal 20 Maret 1950 menjadi final bentuk gambar lambang negara yang disetujui Presiden Soekarno. Gambar rancangan asli lambang negara dari para tokoh nasional bisa disimak di situs Cagar Budaya Kemdikbud
Di masa orde baru, masyarakat lebih mengenal Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober sebagai bentuk pengingat atas pengkhianatan G30/S yang mengorbankan para pahlawan revolusi.
Setelah masa reformasi, baru pada 1 Juni 2016, Presiden Joko Widodo mengeluarkan Kepres No 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila, dan menetapkan Hari Lahir Pancasila diperingati sebagai hari libur nasional setiap 1 Juni.
Pada 19 Mei 2017, Presiden Jokowi Mengeluarkan Perpres Nomor 54 tentang Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila, kemudian pada tanggal 28 Februari 2018 UKP PIP diubah dengan Peraturan Presiden no 7 tahun 2018 tentang Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, saat ini RUU BPIP masuk proglam legislasi nasional 2021 agar dapat segera menjadi Undang-Undang.
Halo saya Priyo Harjiyono, S.Pd, M.Kom saat ini adalah guru produktif di jurusan Teknik Komputer dan Informatika. Selain hobi menulis dan bekerja sebagai guru saya juga seorang blogger dan SEO Specialist dan AI Enabler di perusahaan yang bergerak di bidang Cryptocurrency dan perusahaan di bidang AI Agent. Sering menjadi narasumber untuk penerapan digital marketing pada UMKM
Lulus SMK bukan berarti perjalanan belajar selesai. Justru setelah menyelesaikan pendidikan, siswa akan memasuki lingkungan…
TL;DR: Sebagai siswa satu-satunya SMK Migas di Jogja, kamu wajib membekali diri dengan bacaan buku…
Pendidikan vokasi adalah jalur pendidikan tinggi yang berfokus pada penguasaan keahlian terapan dan keterampilan teknis…
Halo sobat TKJ! Pernah nggak sih kamu ngerasa pengen banget belajar simulasi jaringan yang canggih-canggih,…
Pindah sekolah, atau mutasi, seringkali menjadi keputusan besar yang melibatkan banyak pertimbangan, baik bagi siswa…
Pernah dengar istilah "AI bakal ambil alih dunia"? Kedengarannya dramatis, ya. Tapi, memang harus diakui,…
View Comments
Terimakasih kak baru tau
wah ternyata ada sejarahnya