Kalau kamu sudah bosan dengan anime Jepang atau drama Korea yang itu-itu saja, saatnya melirik ke arah Tiongkok. Industri animasi Tiongkok, atau yang lebih dikenal dengan donghua, makin menggeliat di 2025 ini. Produksi mereka bukan cuma makin rapi dan sinematik, tapi juga mulai menyentuh tema-tema yang dekat dengan penonton internasional—termasuk kita di Indonesia.
Banyak orang masih mengira donghua itu hanya berkutat di dunia fantasi penuh kultivasi seperti Battle Through the Heavens atau Soul Land. Memang, genre xianxia dan wuxia masih mendominasi. Tapi 2025 membawa napas segar: hadirnya donghua bergenre slice of life, cyberpunk, hingga romansa remaja dengan visual ala film layar lebar.
Jadi, kalau kamu penasaran ingin mulai nontondonghua atau justru butuh daftar baru karena sudah khatam semua judul lama, artikel ini bakal kasih rekomendasi donghua 2025 yang layak kamu tunggu dan tonton.
Setelah penantian panjang sejak season 2 yang tayang 2021, Lord Xue Ying akhirnya kembali di tahun 2025. Salah satu serial donghua terbaik 2025 ini dikenal karena narasi epik, dunia yang dibangun dengan detil, dan animasi yang makin halus di tiap musimnya. Studio Mili Pictures menjanjikan peningkatan signifikan di sisi koreografi pertarungan dan pengembangan karakter.
Kenapa worth ditonton? Karena Lord Xue Ying membawa pendekatan berbeda dibanding donghua xianxia lainnya: karakter utama tidak overpowered sejak awal. Ceritanya fokus pada perjalanan emosional, pengorbanan, dan perjuangan keluarga—unsur yang jarang dieksplorasi secara mendalam di donghua genre serupa.
Kalau kamu pencinta visual kelas atas, Wu Shan Wu Xing atau Fog Hill of Five Elements season 2 adalah pilihan wajib. Dirilis pertama kali pada 2020 dan sempat vakum, kelanjutannya di 2025 membawa harapan besar. Studio Samsara Animation sudah menyiapkan teknologi baru untuk menyajikan efek visual seperti lukisan tinta bergerak, khas gaya Tiongkok klasik.
Keunikan lainnya? Seri ini nyaris tanpa dialog panjang, tapi mampu menyampaikan emosi hanya lewat ekspresi dan gerakan. Sangat cocok buat kamu yang suka karya eksperimental tapi tetap penuh aksi dan makna.
Buat kamu yang lebih suka cerita di dunia nyata dan bukan dunia fantasi, The King’s Avatar masih jadi pionir. Di 2025, muncul proyek spesial berjudul Glory Reborn, yang merupakan jembatan antara season 2 dan season 3 yang akan datang. Ini bukan sekadar filler, tapi eksplorasi sisi realistis dunia e-sport yang makin berkembang di Asia, termasuk isu mental health, tekanan sosial, dan loyalitas tim.
Proyek ini juga digarap dengan pendekatan sinematik, dan konon mendapat dukungan sponsorship dari brand-brand gaming besar di Tiongkok. Jadi, kamu bakal lihat kombinasi unik antara fiksi dan realita dunia gaming profesional.
Di luar genre kultivasi dan e-sport, 2025 juga menandai kebangkitan donghua bertema misteri. Daomu Biji: The Hidden Seal adalah prekuel dari seri The Lost Tomb, mengisahkan generasi awal klan pencari harta karun di bawah tanah. Serial ini membawa nuansa petualangan arkeologi seperti Indiana Jones atau Tomb Raider, tapi dengan bumbu konflik internal keluarga dan rahasia kuno Tiongkok.
Produksi diserahkan ke studio yang sebelumnya menangani White Cat Legend, jadi kualitas visual dan naskahnya diprediksi matang. Buat kamu yang suka cerita gelap dan penuh plot twist, ini pilihan yang gak boleh dilewatkan.
Salah satu donghua orisinal yang paling ditunggu di 2025 adalah Crystal Code. Ini adalah debut besar studio indie dari Chengdu yang berani angkat tema futuristik dengan latar Tiongkok tahun 2130, saat manusia dan AI hidup berdampingan. Plotnya fokus pada seorang remaja perempuan yang menemukan dirinya adalah bagian dari eksperimen AI terlarang.
Isu yang diangkat mencakup kontrol data, krisis identitas, dan masa depan pendidikan berbasis chip otak. Cukup filosofis tapi tetap ringan buat diikuti. Gaya animasinya mengingatkan pada Ghost in the Shell versi modern, dengan desain karakter yang sleek dan sinematografi cyberpunk neon yang mendalam.
Pertama, karena teknologinya makin maju. Studio animasi di Tiongkok sekarang tidak kalah dengan Jepang. Dengan dukungan dari raksasa seperti Tencent, Bilibili, dan iQiyi, kualitas animasi, suara, dan cerita makin matang. Tahun ini saja, lebih dari 180 judul donghua diumumkan akan rilis, dengan 60% di antaranya merupakan produksi orisinal dan bukan adaptasi web novel.
Kedua, karena diversifikasi genre. Jika dulu 80% donghua berkutat pada genre xianxia dan aksi, kini genre seperti slice of life, drama sosial, horror, dan sci-fi mulai mencuri panggung. Ini membuka peluang buat penonton baru yang mungkin ingin konten ringan atau yang lebih emosional.
Dan yang paling penting: banyak donghua sekarang sudah hadir dengan subtitle resmi berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia, lewat platform legal. Ini jelas meningkatkan akses dan kenyamanan buat kita sebagai penonton.
Gunakan platform legal seperti Bilibili, WeTV, iQIYI, atau YouTube Official Channel. Kualitasnya lebih baik dan subtitle-nya bisa dipercaya.
Ikuti kalender rilis musiman. Banyak donghua tayang per musim (spring, summer, fall, winter) seperti anime Jepang. Jadi kamu bisa atur jadwal nonton dan ikut hype bareng komunitas.
Cek genre dan durasi. Beberapa donghua hanya berdurasi 10-15 menit per episode, jadi bisa jadi tontonan ringan di sela aktivitas.
Kita hidup di era konten global. Anime dari Jepang, drama dari Korea, dan kini donghua dari Tiongkok semua punya kekuatan masing-masing. Tahun 2025 menunjukkan bahwa donghua bukan cuma “alternatif”, tapi bisa jadi pilihan utama buat yang mencari cerita unik, visual berbeda, dan karakter yang relatable.
Kalau kamu belum pernah coba nonton donghua, 2025 adalah tahun yang tepat buat mulai. Dan kalau kamu sudah veteran donghua, selamat—tahun ini adalah surganya konten baru.
Jangan lupa bagikan artikel ini ke teman-teman kamu yang butuh rekomendasi tontonan baru, dan yuk mulai eksplorasi dunia donghua bareng-bareng!
Halo saya Priyo Harjiyono, S.Pd, M.Kom saat ini adalah guru produktif di jurusan Teknik Komputer dan Informatika. Selain hobi menulis dan bekerja sebagai guru saya juga seorang blogger dan SEO Specialist dan AI Enabler di perusahaan yang bergerak di bidang Cryptocurrency dan perusahaan di bidang AI Agent. Sering menjadi narasumber untuk penerapan digital marketing pada UMKM
Lulus SMK bukan berarti perjalanan belajar selesai. Justru setelah menyelesaikan pendidikan, siswa akan memasuki lingkungan…
TL;DR: Sebagai siswa satu-satunya SMK Migas di Jogja, kamu wajib membekali diri dengan bacaan buku…
Pendidikan vokasi adalah jalur pendidikan tinggi yang berfokus pada penguasaan keahlian terapan dan keterampilan teknis…
Halo sobat TKJ! Pernah nggak sih kamu ngerasa pengen banget belajar simulasi jaringan yang canggih-canggih,…
Pindah sekolah, atau mutasi, seringkali menjadi keputusan besar yang melibatkan banyak pertimbangan, baik bagi siswa…
Pernah dengar istilah "AI bakal ambil alih dunia"? Kedengarannya dramatis, ya. Tapi, memang harus diakui,…