Dalam dunia ilustrasi dan komik Asia, ada dua istilah yang sering muncul dan mungkin sudah kamu kenal: manga dan manhwa. Sekilas keduanya mirip—sama-sama menghadirkan cerita lewat gambar—tapi sebenarnya mereka berasal dari budaya dan tradisi yang berbeda.
Manga adalah komik yang berasal dari Jepang. Manga sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan berkembang menjadi bagian besar dari budaya pop Jepang.
Ciri khas manga:
Biasanya hitam-putih
Dibaca kanan ke kiri
Style gambarnya beragam: dari lucu, dramatis, hingga realistis
Sering menjadi inspirasi anime yang kamu tonton
Manga dikenal memiliki banyak genre dan teknik visual yang unik. Itulah kenapa banyak pelajar yang tertarik belajar menggambar dengan style manga.
Dikutip dari https://manhwaweb.id/ Manhwa adalah komik dari Korea Selatan. Dalam beberapa tahun terakhir, manhwa sangat populer karena berkembang dalam format webtoon, yaitu komik yang dibaca dengan cara scrolling ke bawah di ponsel.
Ciri khas manhwa:
Kebanyakan full color
Dibaca kiri ke kanan
Karakter biasanya digambar dengan style modern dan elegan
Fokus pada emosi, detail wajah, dan suasana
Manhwa jadi favorit banyak siswa karena tampilannya fresh, aesthetic, dan mudah dibaca di smartphone.
Bagi kamu yang suka menggambar, memahami perbedaan keduanya bisa membantu:
Menentukan style gambar yang ingin dipelajari
Memahami format komik modern
Meningkatkan kemampuan ilustrasi sesuai tren saat ini
Baik manga maupun manhwa punya keunikan masing-masing. Semuanya kembali ke selera dan tujuan kreatifmu!
Sebelum masuk ke teknis menggambar, penting memahami bahwa:
Manga berasal dari Jepang, biasanya dicetak hitam-putih.
Manhwa berasal dari Korea Selatan, dan banyak dibuat untuk dibaca webtoon-style (scrolling vertical).
Perbedaan format ini memengaruhi cara seorang artist menggambar panel, pose karakter, sampai efek dramatisnya.
Banyak memakai line art tegas dan variatif.
Teknik inking fokus pada ketebalan garis (line weight) untuk menunjukkan jarak, mood, dan intensitas.
Efek speedline (garis kecepatan) sering banget dipakai buat adegan aksi.
Line art lebih halus dan seragam, memberi kesan bersih dan modern.
Karena sering berwarna, shading lebih banyak dibuat lewat warna dibanding permainan ketebalan garis.
Lebih jarang pakai speedline; fokus pada ekspresi visual yang smooth.
Dominan hitam-putih, jadi shading mengandalkan teknik:
Hatching (goresan tipis)
Screen tone (tekstur titik atau motif)
Contrast tinggi untuk dramatisasi
Artist harus kreatif memanfaatkan bayangan untuk menunjukkan suasana (seram, sedih, epik).
Hampir semua full color.
Shading pakai soft gradient, mirip ilustrasi digital.
Warna jadi kunci emosi: hangat untuk romance, gelap untuk thriller, neon untuk fantasi modern.
Proporsi bervariasi dari chibi sampai super-realistis.
Ekspresi dibuat lebih ekstrim—mulut super besar saat marah, mata melotot, simbol-simbol lucu (urat, keringat, dll).
Style sangat beragam karena manga punya banyak genre klasik: shonen, shojo, seinen, dll.
Proporsi karakter lebih konsisten: tinggi, ramping, wajah tirus, mata agak panjang.
Ekspresi cenderung lebih natural dan tidak sekomikal manga.
Visual karakter mirip style drama Korea dalam bentuk ilustrasi.
Dibaca kanan ke kiri, panelnya lebih padat.
Halaman penuh efek dramatis, close-up, dan komposisi dinamis.
Cocok untuk tempo cepat dan adegan action.
Dibaca atas ke bawah, format scrolling.
Panel lebih longgar, memberi ruang untuk emosi dan ritme cerita.
Cocok untuk genre drama, romance, dan slice of life.
Banyak mangaka klasik menggunakan tinta tradisional, dipindai, lalu diberi tone digital.
Software yang sering dipakai: Clip Studio Paint, MediBang, Paint Tool SAI.
Hampir seluruhnya digital dari awal.
Webtoon artist memakai tools untuk panel panjang seperti:
Clip Studio Paint EX (fitur webtoon)
Photoshop
Procreate (untuk sketch & coloring)
Manga: menantang di bagian line art dan shading hitam-putih. Tapi bagus untuk melatih dasar anatomi dan dinamika pose.
Manhwa: tantangan ada di coloring dan membuat panel vertikal yang mengalir nyaman.
Sebenarnya, keduanya bagus! Pilih berdasarkan minatmu:
Suka ekspresif, dinamis, dan penuh aksi → Manga style
Suka warna lembut, karakter aesthetic, dan cerita emosional → Manhwa style
Yang penting: konsisten latihan, copy-study artis favorit, dan berani eksplor!
Perbedaan teknik menggambar manhwa dan manga bukan hanya di garis atau warna, tapi juga cara menyampaikan cerita lewat visual. Dengan memahami karakteristik masing-masing, kamu bisa memilih style yang paling cocok untuk berkembang.
Kalau kamu serius ingin jadi artist muda, mempelajari keduanya bisa membuka lebih banyak peluang—baik untuk kompetisi, freelance, maupun proyek kreatif sekolah.
Halo saya Priyo Harjiyono, S.Pd, M.Kom saat ini adalah guru produktif di jurusan Teknik Komputer dan Informatika. Selain hobi menulis dan bekerja sebagai guru saya juga seorang blogger dan SEO Specialist dan AI Enabler di perusahaan yang bergerak di bidang Cryptocurrency dan perusahaan di bidang AI Agent. Sering menjadi narasumber untuk penerapan digital marketing pada UMKM
Lulus SMK bukan berarti perjalanan belajar selesai. Justru setelah menyelesaikan pendidikan, siswa akan memasuki lingkungan…
TL;DR: Sebagai siswa satu-satunya SMK Migas di Jogja, kamu wajib membekali diri dengan bacaan buku…
Pendidikan vokasi adalah jalur pendidikan tinggi yang berfokus pada penguasaan keahlian terapan dan keterampilan teknis…
Halo sobat TKJ! Pernah nggak sih kamu ngerasa pengen banget belajar simulasi jaringan yang canggih-canggih,…
Pindah sekolah, atau mutasi, seringkali menjadi keputusan besar yang melibatkan banyak pertimbangan, baik bagi siswa…
Pernah dengar istilah "AI bakal ambil alih dunia"? Kedengarannya dramatis, ya. Tapi, memang harus diakui,…
View Comments
Paling suka baca manga terutama one piece, tapi semenjak ngerti manhwa sekarang jadi ikutan baca juga