Sambil ngabuburit menunggu adzan magrib yuk kita bahas femonema mukbang. Dalam beberapa tahun terakhir, video mukbang semakin menjamur di berbagai platform media sosial seperti YouTube, TikTok, dan Instagram. Konten ini memperlihatkan seseorang—atau bahkan sekelompok orang—menyantap makanan dalam porsi besar, sering kali sambil berinteraksi dengan penonton. Sekilas, mukbang mungkin terlihat seperti aktivitas makan biasa yang diperlihatkan di depan kamera. Namun, jika ditelusuri lebih dalam, fenomena ini memiliki daya tarik tersendiri yang membuat jutaan orang di seluruh dunia betah menontonnya.
Fenomena mukbang bukan hanya sekadar tren internet, tetapi juga telah menjadi industri yang menghasilkan pendapatan besar bagi para kreator konten. Tak sedikit YouTuber dan influencer yang meraup keuntungan dari video mukbang, baik melalui iklan, sponsor, maupun donasi dari penggemar. Namun, mengapa konten makanbesar ini bisa begitu populer? Apakah sekadar karena orang suka melihat makanan, atau ada faktor psikologis dan sosial lain yang berperan?
Artikel ini akan membahas pengertian mukbang, sejarahnya, serta alasan di balik popularitasnya yang terus meningkat. Dengan sudut pandang yang lebih mendalam, kita akan memahami bahwa mukbang bukan sekadar konten makan besar, tetapi juga fenomena budaya yang mencerminkan berbagai aspek kehidupan modern.
Mukbang adalah gabungan dua kata dalam bahasa Korea, yaitu muk-ja (먹자) yang berarti “makan” dan bang-song (방송) yang berarti “siaran.” Jadi, secara harfiah, mukbang dapat diartikan sebagai “siaran makan.” Tren ini pertama kali muncul di Korea Selatan pada akhir tahun 2000-an dan mulai populer melalui platform streaming seperti AfreecaTV sebelum menyebar ke YouTube dan media sosial lainnya.
Dalam video mukbang, seorang kreator biasanya duduk di depan kamera dengan berbagai jenis makanan dalam porsi besar. Mereka akan memakan makanan tersebut sambil berbicara dengan audiens, membahas topik tertentu, atau sekadar memberikan deskripsi tentang rasa dan tekstur makanan yang sedang disantap. Ada berbagai variasi mukbang, seperti:
Popularitas mukbang tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa alasan kuat mengapa konten ini bisa menarik perhatian banyak orang dari berbagai latar belakang.
Salah satu daya tarik utama mukbang adalah visual makanan yang menggoda. Orang senang melihat makanan lezat, terutama jika ditampilkan dengan pencahayaan yang baik dan teknik pengambilan gambar yang menarik. Ditambah lagi, ekspresi kepuasan dari kreator saat menikmati makanan membuat penonton ikut merasakan kenikmatan tersebut, meskipun hanya melalui layar.
Banyak penonton menikmati mukbang karena unsur ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response), yaitu sensasi nyaman yang dihasilkan oleh suara mengunyah, menyeruput, atau bahkan suara makanan yang renyah saat digigit. ASMR terbukti memiliki efek relaksasi yang membantu mengurangi stres dan kecemasan, sehingga banyak orang menonton mukbang sebagai cara untuk bersantai.
Di era modern, terutama di negara-negara dengan budaya individualis yang tinggi, banyak orang yang makan sendirian. Mukbang memberikan ilusi sosial bahwa mereka memiliki teman makan. Ini bisa menjadi alasan mengapa banyak penonton setia mengikuti mukbang setiap hari, karena mereka merasa ditemani oleh kreator favorit mereka.
Banyak orang menonton mukbang karena ingin melihat makanan yang unik atau belum pernah mereka coba sebelumnya. Beberapa konten kreator fokus pada makanan khas dari berbagai negara, makanan ekstrem, atau makanan mahal yang sulit dijangkau oleh banyak orang. Hal ini menciptakan sensasi vicarious eating, di mana penonton bisa merasakan pengalaman makan makanan tertentu tanpa harus mengonsumsinya sendiri.
Beberapa mukbang mengusung konsep tantangan makan, seperti menghabiskan 10 burger dalam waktu 10 menit atau mencoba makanan pedas dengan level ekstrem. Konsep ini memberikan elemen kompetitif yang membuat penonton tertarik untuk melihat apakah sang kreator mampu menyelesaikan tantangan tersebut.
Mukbang tidak hanya sekadar menampilkan orang makan, tetapi juga sering kali melibatkan komunikasi dengan audiens. Banyak kreator yang menjawab pertanyaan, berbagi cerita, atau bahkan menerima tantangan dari penonton. Interaksi ini menciptakan hubungan yang lebih dekat antara kreator dan audiens, sehingga meningkatkan loyalitas penggemar.
Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat, banyak orang lebih suka menonton konten yang ringan dan tidak membutuhkan banyak pemikiran. Mukbang adalah salah satu jenis konten yang bisa dinikmati kapan saja, baik saat sedang bekerja, bersantai, atau sebelum tidur.
Seperti halnya tren lainnya, mukbang memiliki dampak positif dan negatif bagi kreator maupun penonton.
Dampak Positif:
✅ Membantu industri kuliner dan memperkenalkan makanan dari berbagai budaya.
✅ Memberikan hiburan yang menyenangkan dan efek relaksasi bagi penonton.
✅ Menjadi sumber pendapatan bagi kreator konten melalui iklan, sponsor, dan donasi.
✅ Membangun komunitas penggemar yang aktif dan interaktif.
Dampak Negatif:
⚠️ Mendorong kebiasaan makan berlebihan yang berisiko bagi kesehatan.
⚠️ Bisa menjadi ajang kompetisi tidak sehat bagi kreator yang terus meningkatkan porsi makan demi menarik lebih banyak penonton.
⚠️ Meningkatkan food waste jika makanan yang ditampilkan tidak benar-benar dikonsumsi.
⚠️ Dapat memberikan pengaruh negatif terhadap pola makan penonton, terutama jika mereka tergoda untuk mengikuti kebiasaan makan dalam jumlah besar tanpa memperhatikan keseimbangan gizi.
Mukbang telah berkembang dari sekadar tren media sosial menjadi fenomena global yang memiliki daya tarik tersendiri. Dengan kombinasi hiburan visual, interaksi sosial, serta elemen ASMR yang menenangkan, tidak heran jika konten ini banyak diminati. Namun, seperti halnya dengan semua jenis hiburan digital, penting bagi kita untuk mengonsumsinya secara bijak dan tidak menjadikannya kebiasaan yang berdampak buruk pada pola makan dan kesehatan.
Yang perlu diingat, jika kalian muslim sebaiknya tidak ikut-ikutan mukbang di siang hari selama bulan puasa, batal dong ya!
Tetapi, jika kamu tertarik untuk mencoba menonton atau bahkan membuat konten mukbang sendiri, pastikan untuk tetap menjaga keseimbangan dan mempertimbangkan aspek kesehatan. Ingin tahu lebih banyak tentang tren konten digital lainnya? Jangan ragu untuk eksplorasi lebih lanjut dan tetap update dengan fenomena terbaru di dunia media sosial!
Halo saya Priyo Harjiyono, S.Pd, M.Kom saat ini adalah guru produktif di jurusan Teknik Komputer dan Informatika. Selain hobi menulis dan bekerja sebagai guru saya juga seorang blogger dan SEO Specialist dan AI Enabler di perusahaan yang bergerak di bidang Cryptocurrency dan perusahaan di bidang AI Agent. Sering menjadi narasumber untuk penerapan digital marketing pada UMKM
Lulus SMK bukan berarti perjalanan belajar selesai. Justru setelah menyelesaikan pendidikan, siswa akan memasuki lingkungan…
TL;DR: Sebagai siswa satu-satunya SMK Migas di Jogja, kamu wajib membekali diri dengan bacaan buku…
Pendidikan vokasi adalah jalur pendidikan tinggi yang berfokus pada penguasaan keahlian terapan dan keterampilan teknis…
Halo sobat TKJ! Pernah nggak sih kamu ngerasa pengen banget belajar simulasi jaringan yang canggih-canggih,…
Pindah sekolah, atau mutasi, seringkali menjadi keputusan besar yang melibatkan banyak pertimbangan, baik bagi siswa…
Pernah dengar istilah "AI bakal ambil alih dunia"? Kedengarannya dramatis, ya. Tapi, memang harus diakui,…